Semarang, 21 Oktober 2026 — Pencegahan penularan infeksi menjadi benang merah kunjungan dua akademisi Liverpool School of Tropical Medicine (LSTM), Inggris, ke Program Studi Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro pada 7–13 Oktober 2026. Selama kunjungan, Dr. Joe Lewis dan Dr. Fabrice Graf berdiskusi dengan tenaga kesehatan, memberikan kuliah tamu, membahas penelitian bersama dosen, serta terlibat dalam edukasi kesehatan bagi siswa SMP dan SMA.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program World Class University (WCU) melalui International Visiting Lecturer Program on Antimicrobial Resistance. Tema yang diangkat, “Integrating Education, Research, Hospital Transmission Control, and Community Engagement”, diwujudkan melalui kegiatan di bidang pendidikan, penelitian, pengendalian penularan di rumah sakit, dan pengabdian kepada masyarakat.

Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) terjadi ketika mikroorganisme tidak lagi merespons obat antimikroba, sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati. Pencegahan infeksi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya menghadapi persoalan ini.

Membahas Penularan Bakteri Resisten bersama Tenaga Kesehatan

Pada 8–10 Oktober 2026, tenaga kesehatan dari tiga rumah sakit dari RSUP Dr. Kariadi, RSD K.R.M.T Wongsonegoro, RSUD dr. M. Ashari Pemalang serta dr. Amy Rahmadanti, M.Sc. PH sebagai perwakilan Kemenkes dan dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp. H.Onk.M (K), FINASIM sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengikuti diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) di Hotel Aruss, Semarang.

Diskusi mengangkat tema “Identifikasi dan Pemutusan Titik Transmisi Bakteri Gram-Negatif Resisten Karbapenem melalui Pencegahan dan Pengendalian Infeksi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian “INTerrupting prolifERation of Carbapenem resistance in Indonesia: clinical and genomic Evaluation of Pathways of Transmission (INTERCEPT)” yang melibatkan FK Undip dan LSTM, UK.

Para direktur fasilitas pelayanan kesehatan sebagai perwakilan peserta FGD menyatakan komitmen bersama dalam pengendalian transmisi infeksi.

Peserta membahas upaya mengenali titik penularan bakteri resisten dan langkah pencegahan yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pembahasan juga mencakup bagaimana temuan penelitian dapat digunakan untuk membantu tenaga kesehatan dalam praktik sehari-hari.

Mengenal Peran Genomik dalam Menghadapi AMR

Kuliah tamu pada 12 Oktober 2026 di Gedung Prof. dr. Sapardi Brodjuhudojo, FK Undip yang mempertemukan kedua akademisi dengan mahasiswa dan dosen Program Studi Mikrobiologi Klinik. Sebanyak 30 peserta mengikuti pembahasan mengenai penggunaan genomik dalam penelitian resistensi antimikroba.

Dr. Joe Lewis memberikan materi kepada mahasiswa dalam kuliah tamu Prodi Mikrobiologi Klinik.

Dr. Joe Lewis menyampaikan materi “Using Genomics to Track AMR Pathogen Transmission”. Melalui materi ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan informasi genetik untuk melacak penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi yang resisten terhadap antimikroba.

Dr. Fabrice Graf membahas hubungan antara analisis genomik dan pembuktian melalui eksperimen. Materinya berfokus pada mekanisme yang menjelaskan kembalinya kepekaan terhadap antibiotik kloramfenikol pada kelompok bakteri tertentu, yaitu Enterobacterales penghasil extended-spectrum beta-lactamase (ESBL).

Belajar Memutus Rantai Penularan di Sekolah

Rangkaian kunjungan turut menjangkau sekitar 100 siswa SMP dan SMA Mega Islamic Boarding School, Gunungpati, Semarang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 12 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung judul “Stop the Chain, Break the Outbreak: Preparing Secondary School Students for ‘Super Flu’ and Disease X”.

Siswa SMP dan SMA Mega Islamic Boarding School  mengikuti praktik cuci tangan yang benar sesuai panduan WHO.

Siswa diajak mengenali bagaimana penyakit infeksi menular dan apa yang dapat mereka lakukan untuk memutus rantai penularannya. Selain mengikuti presentasi dan diskusi, mereka mempraktikkan cuci tangan dan etika batuk serta mengikuti kuis edukatif.

Materi juga membahas kesiapsiagaan menghadapi influenza dan kemungkinan wabah penyakit baru. Disease X diperkenalkan sebagai konsep untuk mengantisipasi kemungkinan wabah serius akibat patogen yang belum diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Dokumentasi kegiatan pengabdian “Stop the Chain, Break the Outbreak” di SMP dan SMA Mega Islamic Boarding School pada tanggal 12 Oktober 2026.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan yang membantu mencegah penularan infeksi di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya.

 Melanjutkan Riset dan Menyiapkan Publikasi Bersama

Diskusi penelitian INTERCEPT bersama dosen, anggota peneliti dari tim FK Undip dan Dr. Joe Lewis dan Dr. Fabrice Graf dari LSTM, UK

Pada 13 Oktober 2026, Dr. Joe Lewis dan Dr. Fabrice Graf bersama dosen dan peneliti membahas perkembangan penelitian berjudul “INTerrupting prolifERation of Carbapenem resistance in Indonesia: clinical and genomic Evaluation of Pathways of Transmission (INTERCEPT)”.

Para peneliti mendiskusikan kemajuan studi, metode yang digunakan, serta isu AMR yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Mereka juga membahas rencana publikasi bersama di tingkat internasional dan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan riset institusi.

Dr. Joe Lewis dan Dr. Fabrice Graf menyampaikan apresiasi atas sambutan dan antusiasme peserta selama kunjungan. Keduanya juga berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberi manfaat bagi siswa.

Ketua Program Studi Mikrobiologi Klinik menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan internasional. Prodi Mikrobiologi Klinik berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Foto bersama Dr. Joe Lewis, Dr. Fabrice Graf, dosen, dan mahasiswa di akhir rangkaian kegiatan Visiting Lecturer O ffline.