Prodi Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran Undip menyelenggarakan workshop bertajuk “EXPLORING THE DRIVERS OF ANTIMICROBIAL RESISTANCE (AMR): QUALITATIVE INTERVIEWER TRAINING FOR ACTIONABLE INSIGHTS ” secara luring di DMSC, FK, Undip  pada 24–26 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra internasional dari Liverpool School of Tropical Medicine (LSTM) dari UK, sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset dan kolaborasi global.

Workshop ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan pendekatan penelitian kualitatif, khususnya melalui metode ethnographic participant observation. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap konteks sosial, perilaku, pengalaman, serta dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga dapat menghasilkan temuan yang kaya, bermakna, dan relevan untuk pengembangan ilmu maupun praktik profesional.

Dalam sesi pelatihan, Russell Dacombe, PhD dan seluruh peserta membahas prinsip dasar riset kualitatif, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian dan tujuan wawancara, penyusunan panduan wawancara (interview guide), hingga teknik probing, membangun rapport, serta menjaga netralitas pewawancara. Peserta juga mendapatkan materi tentang etika penelitian, termasuk persetujuan partisipan (informed consent), kerahasiaan data, dan mitigasi risiko selama proses wawancara. Porsi praktik diberikan secara intensif melalui simulasi/role play, latihan pencatatan hasil wawancara, umpan balik terstruktur, dan diskusi kasus untuk memastikan keterampilan pewawancara terbentuk secara aplikatif.

Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan hospital tour  di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) yang berfokus pada praktik observasi lapangan di sejumlah unit pelayanan rumah sakit. Peserta melakukan observasi terstruktur pada Instalasi Rawat Jalan, Rawat Inap, Hemodialisis (HD), ICU, PICU/NICU, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Radiologi, serta Laboratorium. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengamati secara langsung dinamika pelayanan di rumah sakit serta memahami berbagai aspek interaksi yang terjadi dalam praktik pelayanan kesehatan.

Ketua Program Studi Mikrobiologi Klinik, dr. Rebriarina Hapsari, M.Sc., Sp.MK(K) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan metodologis sivitas akademika, khususnya dalam penggunaan pendekatan kualitatif yang semakin penting dalam berbagai bidang kajian. Melalui kolaborasi dengan LSTM, Prodi Mikrobiologi Klinik berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan penelitian, pembelajaran, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, hasil workshop ini akan menjadi dasar untuk penguatan pelatihan lanjutan, pendampingan dalam penerapan metode kualitatif di lapangan, serta pengembangan kerja sama akademik yang lebih luas dengan mitra internasional. Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang untuk penyusunan proyek kolaboratif, pengembangan kapasitas riset, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan pendekatan kualitatif. Melalui kegiatan ini, Prodi Mikrobiologi Klinik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung internasionalisasi akademik, penguatan metodologi penelitian, dan pengembangan sumber