Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Diponegoro mengambil kesempatan untuk meningkatkan kualitas antenatal care di faskes tingkat pertama di msyarakat kota semarang salah satunya Puskesmas Bangetayu.

Melihat dari data Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang banyak penyebabnya yaitu pre eklamsia, perdarahan dan lain-lain. Dan sebesar 77% perdarahan di masa nifas, dimana kota Semarang peringkat ke-2 setelah kota Brebes dalam hal AKI (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015) sehingga deteksi dini kehamilan dengan faktor risiko sangat penting dilakukan pada Puskesmas Kegiatan Pengabdian kali ini dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan komplikasi kebidanan. Deteksi faktor risiko pada ibu baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah kematian dan kesakitan. Dewasa ini alat utama untuk menentukan factor risiko tersebut tidak hanya buku KIA namun juga pada USG Dasar oleh tenaga dokter terlatih. Kepedulian sosial dosen sebagai dokter dapat diwujudkan dengan bekerjasama bersama mahasiswa fakultas kedokteran UNDIP sebagai agent of change , harus memiliki jiwa kepedulian sosial yang tinggi sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat berupa social project di puskesmas-puskesmas yang membutuhkan perhatian mahasiswa serta dokter. Social project adalah salah satu bentuk kepedulian untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat yang memiliki keterbatasan pengetahuan akan pentingnya kesehatan. Berdasarkan observasi, masalah yang dimiliki masyarakat.

Puskesmas Bangetayu yaitu pada sektor tenaga kesehatan membutuhkan pelatihan dan penyegaran dalam hal pengetahuan penggunaan USG di bidang kebidanan bagi dokter umum dan di sektor masyarakat, deteksi dini kehamilan risiko tinggi dengan buku KIA yang dapat dipandu tenaga bidan di Puskesmas untuk ibu-ibu hamil.

Skrining Ibu Hamil Risiko tinggi ini dapat mencegah Kematian Ibu yang sangat tinggi. Dimana saat ini pun di Indonesia tingginya jumlah kematian maternal dan perinatal menjadi perhatian bagi Pemerintah, sehingga pemerintah Kota Semarang mengadakan program pengadaan USG untuk USG Dasar di fasilitas kesehatan Primer. Masih tingginya angka kejadian kematian maternal dan perinatal yang tinggi di Indonesia juga merupakan suatu bentuk masih rendahnya mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, kami memberikan solusi dengan mengadakan program Refreshing Pelatihan USG Obstetri Dasar dan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi Melalui Buku KIA, sehingga dapat bermanfaat bagi klinisi utama dalam hal ini dokter umum, bidan-bidan, dan ibu hamil di lingkungan Puskesmas Bangetayu yang berada di garis terdepan dalam melayani masyarakat di tingkat pertama.

Tujuan umum:

  1. Memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan kader Kesehatan mengenai hamil risiko tinggi serta memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan petugas di fasilitas kesehatan agar petugas kesehatan mampu melakukan penanganan kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir (emergency obstetri dan neonatal) sesuai prosedur.

Tujuan khusus:

  1. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader mengenai hamil risiko tinggi.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kinerja bidan-bidan dan dokter umum dalam melakukan skrining dan edukasi ibu hamil risiko tinggi dan penambahan wawasan ilmu di wilayah Puskesmas Bangetayu, Semarang